Fakultas Informatika melaksanakan pengabdian masyarakat yang berjudul “Workshop E-commerce untuk Pemula Indonesia” kepada anggota APMP di Padalarang pada 16 Mei 2019. APMP atau Asosiasi Pengusaha Muda Parahyangan adalah asosiasi pengusaha pemula di desa-desa dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. Acara ini merupakan kelanjutan dari acara sebelumnya, di mana tim yang sama membantu APMP men-develop sistem informasi yang dapat menjadi petunjuk bagi turis yang berkunjung ke Pangandaran, pantai paling terkenal di Jawa Barat.

Ada antusiasme yang tinggi dalam menyambut acara tersebut. Penyelenggara acara setempat menyatakan bahwa ada 100 anggota lagi yang mendaftar ke acara tersebut. Acara ini dilaksanakan di Jl. Raya Padalarang. Sebagaimana dilihat penyelenggara fakultas, venue terisi penuh.

Pengabdian masyarakat dilakukan dalam satu hari. Dimulai dari jam 09.00 pagi dan berakhir pada jam 15.00 sore. Pengabdian Masyarakat diadakan dalam empat sesi berbeda. Sesi pertama berjudul “Tren e-commerce Indonesia di era Industry 4.0”. fakultas merasa Era digitalisasi ini adalah era yang penting, yang jika dianggap sebagai ombak, ombak ini adalah ombak besar yang tak terhindarkan. Jadi memanfaatkan gelombang tersebut adalah solusi yang lebih tepat dibandingkan dengan melawannya.

Topik kedua disebut “Teknologi dan Elemen-Elemen Penting dalam E-commerce”. Visi dari fakultas adalah, setelah menyampaikan kondisi e-commerce di Indonesia, adalah penting untuk menurunkan ilmu tentang bagaimana cara untuk membuat e-commerce yang efektif dan efisien. Dalam topik ini disampaikan bahwa ada beberapa jenis dan level e-commerce dan ada dua elemen kunci tambahan, yaitu, pembayaran dan logistik.

Topik ketiga dan keempat adalah tentang praktek. Di sesi ketiga, Fakultas menampilkan praktisi berpangalaman yang mempunyai prestasi untuk menyampaikan success story mereka dan memberikan wawasan tentang bagaimana membangun e-commerce yang praktis. Pada sesi terakhir, hadirin diajak untuk membuat toko online sederhana dengan salah satu marketplace terkenal di Indonesia.

Dapat dikatakan bahwa acara tersebut berakhir dengan antusiasme yang tinggi. Terlihat bahwa banyak hadirin meminta agar materi dilanjutkan. Pembicaraan antar pihak-pihak telah dimulai untuk melanjutkan pelatihan dengan topik menarik dan berguna lain kedepannya.