Tim Mojang dari Telkom University bersorak senang saat pengumuman kompetisi ITFEST 3.0 2019 pada 16-17 Maret 2019 karena meraih juara 1 dalam kategori UI/UX Design. Pagelaran yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasti (HIMATIF) Universitas Sumatera Utara ini merupakan kompetisi bidang teknologi informasi dan komunikasi tingkat mahasiswa se-Indonesia.

Tim yang beranggotakan Asni Januariski dan Rita Ajeng Nugraheni merupakan mahasiswa S1 Teknik Informatika, Telkom University-Bandung. Dalam pertandingan, Tim Mojang mengangkat masalah yang merujuk salah satu etika di Indonesia, yaitu budaya mengantri.

“Dengan melakukan survey pada data yang ada dan metode Design Sprint, kami mencetuskan ide untuk suatu aplikasi yang kami beri nama “Qoda”. Qoda merupakan sebuah aplikasi berbasis mobile yang akan membantu pengguna untuk melakukan antrian dengan beberapa fitur yang disediakan antara lain pemilihan tempat antrian, waktu antrian, reservasi tempat, perkiraan lama pelayanan, dan dapat memantau keadaan antrian terkini, serta memberikan notifikasi untuk pengingat antrian”, jelas Asni.

Kompetisi dengan kategori UI/UX Design sendiri merupakan sebuah kompetisi desain antarmuka sistem/produk yang berorientasi kepada kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam menggunakan sistem/produk tersebut. Kompetisi ini terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu tahap submisi proposal, tahap submisi video dan tahap final. Tema kompetisi ini adalah “Ethical Living With Tech”.

Demi kompetisi, Tim Mojang telah mempersiapkan diri dengan matang. Proposal maupun video produk harus dibuat untuk dipresentasikan kemudian didemonstrasikan prototypenya.

“Kami telah mempersiapkan kompetisi ini dengan matang dalam beberapa bulan. Kami mengadakan pertemuan intensif untuk 1 (satu) hari penuh per minggu nya untuk mempersiapkan kompetisi ini. Proposal yang kami buat untuk kompetisi ini mencakup judul produk, abstrak, latar belakang masalah, tujuan dan hasil yang akan dicapai, metode pencapaian tujuan, analisis desain karya (target pengguna, batasan produk, platform yang digunakan, skenario penggunaan rancangan produk, navigasi, arsitektur informasi, wireframe), metode dan hasil pengujian pengguna, kesimpulan, daftar pustaka dan lampiran pendukung berupa desain poster dari Qoda”, ujar Rita.

“Untuk kompetisi, kami membuat prototype yang disajikan berupa high-fidelity prototype product dengan menggunakan tool yang bernama “Figma”. Kami menyiapkan pula video clip berdurasi 2 (dua) menit untuk final dan 4 (empat) menit untuk diunggah pada YouTube yang berisikan permasalahan yang diangkat, data serta pengenalan mengenai aplikasi “Qoda”. Pada final, kami melakukan presentasi dan mendemonstrasikan prototype dari aplikasi “Qoda”, tutup Asni.

Kompetisi ITFEST 3.0 2019 memiliki tema “Integrated Creation For Society” dengan rangkaian kegiatan yang terdiri dari pameran hasil karya finalis, seminar tentang topik-topik terkini di bidang TIK, dan hiburan. Kompetisi ini memiliki 6 (enam) kategori, yaitu Competitive Programming, Application Development, Business IT Case, UI/UX Design, e-Sport dan IT-Sport.