
Universitas Telkom Dorong Literasi Digital Pengelola Makam Bersejarah melalui Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi TIMGRAVID
Bandung — Universitas Telkom kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital berbasis pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penggunaan aplikasi TIMGRAVID (Timbanganten Grave Digital Information) bagi pengurus Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung. Program ini difokuskan pada peningkatan literasi digital dan kapasitas teknis pengelola makam bersejarah agar mampu memanfaatkan sistem informasi secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan dalam mendukung tata kelola pemakaman bersejarah.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan sistem TIMGRAVID yang sebelumnya telah diterapkan untuk mendukung pengelolaan administrasi pemakaman di Kompleks Makam Timbanganten Bandung. Berbeda dari tahap pengembangan sistem, program pengabdian kali ini menitikberatkan pada pemberdayaan pengguna, khususnya pengurus yayasan, agar sistem yang telah tersedia benar-benar dapat dioperasikan secara optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Kompleks Makam Timbanganten Bandung memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi tempat dimakamkannya tokoh-tokoh penting, seperti R.A. Wiranatakusumah II dan R. Dewi Sartika. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan ini tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemakaman, tetapi juga pelestarian informasi sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan teknologi digital dipandang penting untuk memperkuat tata kelola yayasan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi Lintas Fakultas Universitas Telkom
Pengembangan dan implementasi TIMGRAVID melibatkan kolaborasi lintas fakultas di Universitas Telkom, yaitu Fakultas Informatika dan Fakultas Teknik Elektro. Tim pengabdian diketuai oleh Gia Septiana Wulandari, S.Si., M.Si., Ph.D., dengan anggota dosen Fauzan Firdaus, S.Kom., M.T., Thalita Dewi Rahmaniar, S.T., M.T., dan Donni Richasdy, S.T., M.T., serta didukung oleh mahasiswa dari lintas program studi.
Pendekatan multidisipliner ini memungkinkan kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek teknis perangkat lunak, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan operasional yayasan, aspek tata kelola organisasi, serta pengalaman pengguna. Metode pelaksanaan yang digunakan mengombinasikan pendekatan partisipatif dan praktik langsung, sehingga mitra terlibat aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan hingga evaluasi kegiatan.
Menjawab Tantangan Transformasi Digital di Lingkungan Yayasan
Tim pengabdian menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi mitra bukan lagi pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesiapan pengguna dalam memahami dan menjalankan alur kerja digital. Sebelum adanya pelatihan, sebagian besar administrasi masih dilakukan secara manual, sehingga pengurus yayasan memerlukan pendampingan agar dapat beradaptasi dengan sistem digital yang memiliki berbagai fitur terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, pengurus Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung dibekali pemahaman mengenai fungsi dan manfaat TIMGRAVID, sekaligus dilatih untuk mengoperasikan fitur-fitur utama sistem sesuai kebutuhan operasional yayasan. Materi pelatihan mencakup pengelolaan data makam, data penanggung jawab, manajemen blok makam, monitoring masa berlaku makam, verifikasi administrasi, pemanfaatan dashboard dan pelaporan, hingga fitur informasi sejarah dan budaya.
Pelaksanaan kegiatan dirancang secara bertahap, dimulai dari koordinasi awal dan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi dan skenario pelatihan, sosialisasi sistem, pelatihan teknis, simulasi penggunaan, pendampingan operasional, hingga evaluasi kegiatan. Pendekatan ini memungkinkan proses transfer pengetahuan berlangsung lebih sistematis dan sesuai dengan kebutuhan nyata pengelola yayasan di lapangan.
Pelatihan Berbasis Praktik Langsung

Salah satu kekuatan utama program ini adalah penggunaan metode partisipatif, edukatif, dan praktik langsung. Pengurus yayasan tidak hanya menerima penjelasan konseptual mengenai sistem, tetapi juga melakukan praktik langsung dengan skenario yang disesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari. Peserta dilatih untuk mencoba proses login, menelusuri menu, mengelola data makam, memeriksa blok makam, memantau perpanjangan, memverifikasi Pendampingan operasional juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Pada tahap tersebut, tim pengabdian memberikan bimbingan langsung kepada peserta saat mencoba mengoperasikan sistem secara mandiri. Pendekatan ini membantu peserta mengatasi kendala teknis, memperjelas bagian sistem yang belum dipahami, dan membangun rasa percaya diri dalam menggunakan TIMGRAVID untuk mendukung tugas masing-masing.
Mendorong Tata Kelola yang Lebih Tertib dan Transparan
Melalui pelatihan dan sosialisasi ini, TIMGRAVID diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi yang tersedia secara teknis, tetapi benar-benar menjadi bagian dari tata kelola administrasi Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung. Penggunaan sistem secara konsisten akan membantu yayasan dalam menata data pemakaman secara lebih rapi, mempercepat pencarian informasi, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mendukung penyusunan laporan yang lebih akurat dan transparan.
Selain itu, keberadaan fitur informasi sejarah dan budaya dalam TIMGRAVID juga memperkuat fungsi yayasan sebagai pengelola warisan budaya. Dengan dukungan sistem digital, informasi mengenai tokoh, keluarga, dan nilai historis kawasan makam dapat terdokumentasi lebih baik dan dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah lokal.
Respons Positif dan Harapan Keberlanjutan
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengurus yayasan mampu memahami fungsi utama TIMGRAVID dan mengoperasikan berbagai fitur penting secara lebih mandiri. Program ini dinilai berhasil meningkatkan kesiapan pengguna dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan makam bersejarah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Partisipasi aktif mitra selama kegiatan, mulai dari tahap identifikasi kebutuhan hingga evaluasi, juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Pengurus yayasan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra strategis yang terlibat dalam diskusi kebutuhan, praktik penggunaan sistem, pemberian umpan balik, dan komitmen untuk melanjutkan pemanfaatan TIMGRAVID setelah program selesai.
Menuju Tata Kelola Pemakaman Bersejarah Berbasis Digital
Berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan
Secara strategis, kegiatan sosialisasi dan pelatihan TIMGRAVID ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan literasi digital, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan tata kelola kelembagaan yang lebih transparan dan akuntabel, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial masyarakat.
Ke depan, TIMGRAVID diharapkan terus dimanfaatkan secara konsisten oleh pengurus yayasan sebagai instrumen utama tata kelola pemakaman bersejarah di Timbanganten. Melalui penguatan kapasitas pengguna dan pendampingan berkelanjutan, Universitas Telkom berharap sistem ini tidak hanya membantu pengelolaan administrasi, tetapi juga menjadi fondasi transformasi digital yang mendukung pelestarian sejarah dan budaya secara lebih luas.
Tentang Program
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Abdimas Universitas Telkom yang berfokus pada sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi TIMGRAVID di Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital pengelola makam bersejarah melalui transfer pengetahuan, pelatihan teknis, simulasi penggunaan sistem, dan pendampingan operasional.
Kontak Media
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom
Program Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi TIMGRAVID
Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung