Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di SMP Telkom

Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di SMP Telkom

Bandung, 17 April 2026 – Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor khidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran teknologi AI membuka peluang baru bagi para pendidik untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menyadari pentingnya kompetensi digital bagi tenaga pendidik, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Fakultas Informatika Telkom University melaksanakan kegiatan Informatika untuk Masyarakat (IUM) bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di SMP Telkom.”

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para guru mengenai konsep dasar Artificial Intelligence, manfaatnya dalam bidang pendidikan, serta cara memanfaatkan berbagai teknologi AI secara efektif, etis, dan bertanggung jawab. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan yang aplikatif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung diberikan demonstrasi penggunaan AI dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi pengenalan mengenai Artificial Intelligence dan bagaimana teknologi tersebut telah hadir dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak memahami bahwa AI sebenarnya telah digunakan pada berbagai layanan digital yang sering digunakan masyarakat, seperti mesin pencari, aplikasi navigasi, penerjemah bahasa, media sosial, hingga platform video daring. Melalui contoh-contoh tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa AI bukanlah teknologi yang jauh dari kehidupan mereka, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis teknologi AI, termasuk Machine Learning, Large Language Models (LLM), dan Generative AI. Pemahaman ini penting agar guru dapat mengenali kemampuan maupun keterbatasan masing-masing teknologi. Dalam sesi ini, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana AI bekerja dalam menghasilkan teks, gambar, maupun berbagai bentuk konten digital lainnya yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Salah satu materi yang mendapatkan perhatian besar dari peserta adalah praktik penggunaan Generative AI sebagai alat bantu pembelajaran. Guru diperlihatkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membuat rancangan materi ajar, menghasilkan soal latihan, membuat ringkasan pembelajaran, menyusun ide aktivitas kelas, hingga membantu pembuatan media pembelajaran yang lebih menarik. Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat melihat proses penggunaan AI secara nyata dan memahami manfaat praktis yang dapat diperoleh.

Selain memperkenalkan teknologi AI, pelatihan ini juga membahas pentingnya kemampuan menyusun prompt yang efektif. Dalam sesi praktik prompting, peserta belajar bagaimana memberikan instruksi yang jelas dan spesifik kepada AI agar menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru diajak memahami bahwa kualitas hasil yang diberikan AI sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi yang diberikan pengguna. Oleh karena itu, kemampuan merancang prompt menjadi salah satu keterampilan penting dalam pemanfaatan AI secara optimal.

Aspek etika penggunaan AI juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Peserta diberikan pemahaman mengenai risiko yang mungkin muncul dalam penggunaan AI, seperti bias dan halusinasi. Bias AI dapat menyebabkan hasil yang kurang adil atau tidak seimbang, sedangkan halusinasi AI dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi tidak sesuai fakta. Melalui diskusi dan studi kasus, peserta diajak untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI serta menggunakan teknologi tersebut sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran pendidik.

Melalui pelaksanaan kegiatan Informatika untuk Masyarakat ini, mahasiswa Telkom University berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital tenaga pendidik sekaligus mendukung transformasi pendidikan yang lebih inovatif. Dengan pemanfaatan AI yang tepat guna, guru diharapkan mempu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan juga relevan dengan generasi digital saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *