ECHO: Membuka Akses Pembelajaran Bahasa Inggris yang Inklusif bagi Tunanetra

ECHO: Membuka Akses Pembelajaran Bahasa Inggris yang Inklusif bagi Tunanetra

BANDUNG, Telkom University – Pendidikan inklusif masih menjadi tantangan di Indonesia, khususnya dalam memberikan akses pembelajaran yang setara bagi penyandang disabilitas. Salah satu kelompok yang masih menghadapi berbagai hambatan adalah penyandang tunanetra, terutama dalam mempelajari bahasa asing seperti Bahasa Inggris yang selama ini banyak didukung oleh media pembelajaran berbasis visual.

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat membuka akses terhadap pendidikan, informasi, teknologi, hingga peluang karir yang lebih luas. Namun demikian, keterbatasan media pembelajaran yang aksesibel menyebabkan kesempatan tersebut belum dapat dirasakan secara merata oleh penyandang tunanetra.

Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pendidikan inklusif, tim dosen dan mahasiswa Telkom University melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Wyata Guna Bandung pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya akses pembelajaran yang setara sekaligus memperkenalkan alternatif media pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih aksesibel bagi penyandang tunanetra.

Tim PKM terdiri atas dosen Telkom University, yaitu Dr. Gamma Kosala, S.Si., Wahyu Suryaningrat, S.Mat., M.Mat., dan Assoc. Prof. Dr. Erwin Budi Setiawan, S.Si., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Telkom University, yaitu Nayla Ramadhina Ahmad, Bayu Satrio Wibowo, Akmal Yaasir Fauzaan, dan Siti Yasmin Karim Basarah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan mengenai pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai salah satu keterampilan yang dapat membuka akses terhadap pendidikan, informasi, teknologi, serta peluang kerja yang lebih luas. Meskipun memiliki peran yang semakin penting di era digital, akses terhadap pembelajaran Bahasa Inggris yang ramah bagi penyandang tunanetra masih tergolong terbatas.

Kepala Balai Wyata Guna, Bapak Feri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Menurut beliau, kegiatan edukasi dan pendampingan seperti ini sangat penting untuk memberikan wawasan baru sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi penyandang tunanetra dalam mengembangkan kemampuan diri. Beliau juga berharap semakin banyak pihak yang berkontribusi dalam menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Sebagai bagian dari kegiatan penyuluhan, tim juga memperkenalkan ECHO, sebuah media pembelajaran Bahasa Inggris yang menggabungkan media Braille dan audio interaktif. Pengenalan media ini dilakukan sebagai contoh pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung proses belajar yang lebih mandiri dan mudah diakses oleh penyandang tunanetra.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi, menyampaikan pengalaman belajar yang mereka hadapi, serta memberikan berbagai masukan terhadap media pembelajaran yang diperkenalkan. Interaksi tersebut menjadi sarana yang berharga bagi tim untuk memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam sekaligus mengevaluasi pendekatan pembelajaran yang telah dikembangkan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan pelajaran penting bahwa inovasi teknologi harus berangkat dari nilai inklusivitas dan kebutuhan nyata pengguna. Teknologi tidak seharusnya hanya dinikmati oleh sebagian kelompok masyarakat, tetapi juga mampu menjangkau mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Telkom University berharap dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pendidikan inklusif serta mendorong pemanfaatan teknologi yang mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya kesempatan belajar yang setara, sehingga setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang, meningkatkan kompetensi, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *