
Dari Smartphone ke Coding: Mahasiswa Telkom University Kenalkan Literasi Komputasional di SMA Negeri 1 Baleendah
Bandung, Juni 2026. Perkembangan teknologi digital telah membuat smartphone menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Perangkat tersebut tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai media belajar yang produktif. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat dikenalkan sejak jenjang sekolah menengah adalah literasi komputasional, yaitu kemampuan berpikir logis, runtut, sistematis, dan terstruktur dalam menyelesaikan masalah.
Melihat pentingnya kemampuan tersebut, mahasiswa Program Studi S-1 Informatika Universitas Telkom yang tergabung dalam kelompok Informatika untuk Masyarakat IUM26-088 melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi Komputasional Siswa melalui Workshop Pengenalan Algoritma dan Pemrograman Berbasis Mobile” di SMA Negeri 1 Baleendah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, dengan melibatkan gabungan siswa kelas X dan XI yang berjumlah sekitar 45 peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Rian Febrian Umbara, S.Si., M.Si. sebagai dosen pembimbing. Tim pelaksana terdiri atas Nazario Jose Valente da Cruz sebagai ketua kelompok, serta Mohamed Ali Ibrahim Gadelkarim, Balbino Pedro Baptista, Akbar Fawwaz, dan Glen David Hadiono sebagai anggota. Melalui kegiatan ini, tim berupaya memberikan pengenalan awal kepada siswa mengenai cara berpikir komputasional, konsep dasar algoritma, latihan logika, dan praktik pemrograman sederhana menggunakan perangkat mobile.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan kata sambutan dari pihak SMA Negeri 1 Baleendah. Sambutan dari pihak sekolah menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan workshop dan memberikan pengantar kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik. Setelah itu, ketua tim menyampaikan tujuan kegiatan serta gambaran singkat mengenai pentingnya literasi komputasional dan bidang informatika bagi siswa.
Mengenalkan Informatika dari Hal yang Dekat dengan Siswa
Workshop ini dirancang agar siswa memahami bahwa informatika tidak hanya berkaitan dengan menulis kode program. Informatika juga berkaitan dengan cara berpikir, menyusun langkah penyelesaian masalah, dan memahami hubungan antara masalah, logika, dan instruksi. Oleh karena itu, materi awal disampaikan melalui pengenalan literasi komputasional dan konsep algoritma dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi pertama, peserta diajak memahami bahwa algoritma dapat ditemukan dalam aktivitas sederhana, seperti menyusun langkah pengerjaan tugas, mengikuti instruksi, atau menyelesaikan masalah secara runtut. Pendekatan ini digunakan agar siswa tidak langsung merasa bahwa informatika adalah bidang yang sulit dan jauh dari kehidupan mereka. Dengan contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, peserta dapat memahami bahwa berpikir komputasional sebenarnya dapat diterapkan dalam banyak situasi.
Sesi berikutnya berisi latihan logika sederhana dan transisi menuju pemrograman. Pada bagian ini, peserta diajak melihat bahwa sebuah program tidak langsung dimulai dari kode, tetapi dari pemahaman terhadap masalah dan penyusunan langkah penyelesaian. Latihan ini membantu peserta memahami hubungan antara algoritma, logika, dan instruksi program.
Praktik Coding Berbasis Mobile

Bagian utama dari kegiatan ini adalah praktik pemrograman dasar berbasis mobile. Peserta diperkenalkan pada penggunaan online compiler yang dapat diakses melalui smartphone masing-masing. Pendekatan ini dipilih agar peserta dapat mencoba menulis dan menjalankan program sederhana tanpa harus bergantung pada komputer laboratorium atau instalasi aplikasi tambahan. Manusia akhirnya menemukan cara memakai smartphone selain scroll tanpa tujuan, kemajuan kecil yang patut dicatat.
Dalam sesi praktik, peserta mencoba menjalankan kode sederhana menggunakan bahasa pemrograman Golang. Materi difokuskan pada pengenalan struktur dasar program, penulisan instruksi sederhana, dan cara melihat hasil dari program yang dijalankan. Pemateri juga memberikan contoh program sederhana agar peserta dapat mengikuti proses penulisan kode secara bertahap.
Selama kegiatan berlangsung, tim pelaksana memberikan pendampingan langsung kepada peserta. Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kendala saat mengakses online compiler, memahami instruksi program, atau menjalankan kode melalui perangkat mobile.
Pada sesi praktik dan study case ringan, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mencoba langsung menyelesaikan latihan sederhana. Aktivitas ini membuat peserta lebih aktif karena mereka dapat melihat hasil dari kode yang ditulis. Beberapa peserta juga berdiskusi dengan tim pelaksana ketika mengalami kendala teknis atau belum memahami alur program. Dengan adanya pendampingan, proses belajar menjadi lebih interaktif dan peserta dapat memperoleh bantuan secara langsung.
Respons Positif dari Peserta
Setelah kegiatan selesai, peserta mengisi form feedback sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan workshop. Berdasarkan data yang terkumpul, terdapat 44 respons peserta. Seluruh responden menyatakan bahwa mereka mengikuti kegiatan sampai selesai. Hasil feedback menunjukkan bahwa mayoritas peserta memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan, baik dari aspek materi, penyampaian pemateri, contoh dan latihan, maupun penggunaan perangkat mobile dalam proses belajar.
Pada aspek peningkatan pemahaman mengenai algoritma dan pemrograman dasar, sebagian besar peserta memberikan penilaian sangat positif. Peserta juga menyampaikan bahwa sesi praktik coding dan latihan sederhana menjadi bagian yang menarik karena mereka dapat mencoba langsung menjalankan program melalui perangkat masing-masing. Selain itu, sebagian besar peserta menunjukkan ketertarikan atau kemungkinan tertarik untuk mempelajari informatika dan pemrograman lebih lanjut setelah mengikuti kegiatan.
Dampak bagi Sekolah dan Peserta
Kegiatan ini memberikan pengalaman awal bagi siswa SMA Negeri 1 Baleendah dalam mengenal literasi komputasional, algoritma, dan pemrograman dasar. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan materi, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mencoba praktik secara langsung. Hal ini membantu siswa memahami bahwa pemrograman dapat dipelajari secara bertahap, dimulai dari logika sederhana dan latihan dasar.
Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Materi yang diberikan dapat menjadi dasar bagi siswa untuk belajar lebih lanjut mengenai bidang informatika. Selain itu, pendekatan berbasis mobile membuka peluang agar siswa dapat mencoba kembali latihan pemrograman secara mandiri di luar kegiatan utama.
Melalui kegiatan Informatika untuk Masyarakat ini, kelompok IUM26-088 berharap siswa dapat semakin memahami bahwa smartphone tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dan hiburan, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana belajar yang produktif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat siswa terhadap dunia informatika, teknologi, dan pemecahan masalah berbasis komputasi.