
Jangan Jadi Korban Digital: Amankan Data, Kenali Ancaman, Lindungi Diri! – Upaya Peningkatan Literasi Digital di SMPN 48 Bandung
Bandung, [Tanggal Publikasi Artikel] – Mahasiswa Program Studi S1 Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom, melalui kelompok IUM25-062, telah sukses melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Jangan Jadi Korban Digital: Amankan Data, Kenali Ancaman, Lindungi Diri!”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa-siswi SMPN 48 Bandung mengenai pentingnya keamanan data pribadi di era digital. Seminar edukatif ini diselenggarakan pada Jumat, 2 Mei 2025, bertempat di Lab IPA SMPN 48 Bandung.
Di era digital saat ini, penggunaan internet, media sosial, dan perangkat digital telah menjadi hal yang lumrah di kalangan siswa SMP. Namun, pemahaman mereka mengenai keamanan dan etika digital masih sangat terbatas. Menyadari urgensi ini, kelompok IUM25-062, di bawah bimbingan Bapak Donni Richasdy S.T., M.T., berinisiatif memberikan edukasi komprehensif kepada siswa.
Kegiatan ini dihadiri oleh 48 siswa SMPN 48 Bandung, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu-isu digital yang relevan. Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis ancaman siber, penjelasan data pribadi, potensi bahaya jika data bocor, cara melindungi diri dari serangan phishing, file berbahaya,
dan pembuatan kata sandi yang kuat. Sesi juga dilengkapi dengan kuis interaktif dan demonstrasi peretasan kata sandi yang lemah, membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami.
Respon siswa sangat aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi tanya jawab. Banyak siswa mengajukan pertanyaan kritis seputar keamanan akun media sosial, hukum terkait keamanan data di Indonesia, serta berbagi pengalaman pribadi mereka. Hal ini menandakan bahwa materi yang disampaikan berhasil memicu kesadaran digital di kalangan remaja.
Berdasarkan hasil umpan balik dari 38 siswa, mayoritas memberikan respons positif terhadap seluruh aspek yang dievaluasi. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa mereka kini lebih memahami cara melindungi informasi pribadi di dunia digital dan menyadari pentingnya berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Mereka juga menilai materi yang disampaikan sangat jelas, mudah dipahami, dan menarik. Setelah kegiatan ini, sebagian besar peserta menyatakan akan mengubah cara mereka menggunakan media sosial dan lebih berhati-hati dalam berbagi data pribadi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran digital serta kebiasaan penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab di kalangan pelajar. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara akademisi dan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia digital secara aman dan bijak.