16
SEP
2014
Diskusi dan Kuliah Umum Digital Forensik Bersama Ruby Alamsyah

Diskusi dan Kuliah Umum Digital Forensik Bersama Ruby Alamsyah

Bandung – SOC, Senin (15/09/2014) Pagi itu, berbondong-bondong mahasiswa dan dosen menuju Ruang Multimedia, Gedung Learning Center Lantai 2 Kampus Universitas Telkom. Mereka ingin menghadiri workshop yang mendatangkan pembicara seorang Digital Forensic Analyst atau biasa disebut IT Security Consultant, Ruby Zukri Alamsyah, ST., MTI.

Kehadirannya pagi itu merupakan kegembiraan sendiri bagi civitas akademika Fakultas Informatika (School of Computing) Telkom University. Betapa tidak, Ruby yang sosoknya sering lalu-lalang di televisi, berbicara mengenai kasus-kasus artis maupun pejabat papan atas, menjadi saksi ahli dalam persidangan atau salah satu kasus yang membuatnya dilaporkan ke kepolisian karena diduga mengajarkan cara melakukan aksi kejahatan di media umum. Ya, itulah Ruby Alamsyah.

Ruby Alamsyah merupakan lulusan dari Gunadarma University yang kemudian melanjutkan ke jenjang Master of Information Technology di Universitas Indonesia. Keputusannya untuk menekuni dunia forensik digital bukan datang tiba-tiba, melainkan lewat proses panjang dengan mempertimbangkan banyak hal. Bermula dari hobinya bermain game di komputer akhirnya ia terpacu untuk bisa membuat game sendiri kemudian menekuni aplikasi, sistem komputer dan belajar jaringan komputer. Akhirnya ia tertantang untuk mendalami ilmu keamanan teknologi informasi.

Forensic dikenal sebagai bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu sains. Forensic terdiri dari banyak jenis, seperti kimia forensic, fisika forensic, kedokteran forensi dan komputer forensic. Komputer forensic atau yang juga lebih dikenal dengan digital forensic adalah proses investigasi peranti komputer/piranti sistem untuk mengetahui apakah komputer/piranti sistem tersebut dipergunakan untuk keperluan yang ilegal, tidak sah atau tidak biasa.

Kenapa digital forensic? dan Untuk apa? Digital forensic dipergunakan untuk mengungkap sebuah kasus, mendapatkan alat bukti (evidence) dan juga dipergunakan untuk proses audit dalam satu lembaga/perusahaan. Computer forensic teridiri dari beberapa aspek dan tahapan, yaitu :

  1. Identify Evidence = tahapan ini adalah proses pencarian bukti, bukti digital bisa didapat dari hasil rekam disk, rekam memori baik volatil/non volatil. Tahapan ini biasanya sangat panjang dan lama, karena ditahap ini lah proses pengumpulan informasi dan pengumpulan data.
  2. Preserve Evidence = tahap ini adalah proses dimana alat bukti yang didapat dipelihara dan dijaga agar tidak rusak, tercemar atau hilang. hal ini perlu dilakukan karena alat bukti perlu di analisis.
  3. Analyze Evidence = tahap selanjutnya adalah menganalisis alat bukti yang didapat.
  4. Present Results = terakhir setelah alat bukti dianalisis barulah didapatkan hasil, dan hasil dipresentasikan sampai tersangka bisa dibuktikan bersalah/tidak.
  5. Lantas data apa saja yang harus dikumpulkan? sebenarnya data ini tergantung pada kasus dan bentuk investigasi. Umumnya yang dicari adalah: Waktu sistem, Logged in User, Accessed Data, Network status, Clipboard, Service, History dan Drive/folder/file. -LEN

    Untuk Galeri foto dan kegiatan bisa dilihat di : http://soc.telkomuniversity.ac.id/gallery/galeri-diskusi-dan-kuliah-umum-digital-forensik-bersama-ruby-alamsyah/

Leave a Reply

*

captcha *