Merawat Sejarah Lewat Teknologi: Telkom University Luncurkan Sistem Digital Pemakaman TIMGRAVID di Bandung

Merawat Sejarah Lewat Teknologi: Telkom University Luncurkan Sistem Digital Pemakaman TIMGRAVID di Bandung

Bandung – Di balik sunyinya kompleks makam para leluhur, tersimpan rekaman sejarah panjang yang membentuk identitas Kota Bandung. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak catatan dan memori penting tersebut luput dari perhatian karena pengelolaan yang masih dilakukan secara manual, tidak terstandarisasi, dan rentan hilang.

Menyadari urgensi tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Telkom University menginisiasi sebuah solusi berbasis teknologi yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan tersebut TIMGRAVID (Timbanganten Grave Information and Digitalization System).

Sistem ini dikembangkan sebagai platform digital untuk mendukung pengelolaan pemakaman bersejarah yang dikelola oleh Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung—salah satu yayasan yang bertanggung jawab atas situs-situs peristirahatan terakhir para tokoh penting seperti R.A. Wiranatakusumah II dan R. Dewi Sartika.

Melalui TIMGRAVID, proses administrasi mulai dari pencatatan data jenazah, validasi silsilah keluarga, hingga pemetaan lokasi makam kini terintegrasi dalam satu sistem berbasis web dan mobile.

“Teknologi bisa hadir di ruang-ruang yang tak pernah kita bayangkan. Di sini, ia hadir untuk membantu kita mengelola tempat yang penuh makna: tempat orang-orang yang membangun kota ini beristirahat,” ujar Nungki Selviandro, S.Kom., M.Kom., Ph.D, dosen Fakultas Informatika Telkom University sekaligus Ketua Tim Pengabdian.

Ia bersama rekannya, Fauzan Firdaus, S.Kom., M.T., dan Angel Metanosa Afinda, S.Kom., M.Kom., merancang sistem ini dengan pendekatan berbasis kebutuhan komunitas, setelah melalui asesmen lapangan, wawancara dengan pengurus yayasan, serta studi dokumentasi yang cukup intensif.

Lompatan Besar untuk Pengelolaan Makam

Sebelum adanya sistem ini, proses pencatatan jenazah dan reservasi lahan masih dilakukan secara manual—baik menggunakan buku arsip maupun spreadsheet sederhana. Tak jarang, data menjadi tidak sinkron, hilang, atau bahkan sulit dilacak jika dibutuhkan.

Pengajuan reservasi dilakukan secara tatap muka atau melalui pesan singkat, tanpa dokumentasi yang memadai dan tanpa standar validasi yang jelas. Dalam praktiknya, hal ini kerap menimbulkan keraguan administratif hingga potensi sengketa antar keluarga.

TIMGRAVID menghadirkan lompatan besar. Kini, setiap permintaan reservasi dilakukan secara daring dan terhubung langsung ke database genealogis yang terverifikasi. Sistem akan otomatis melakukan pencocokan silsilah dan hanya menerima permintaan dari pihak yang benar-benar terdata sebagai ahli waris.

Selain itu, pengurus yayasan dapat dengan mudah memantau kondisi fisik area pemakaman, memperbarui status pembayaran IPL, hingga menghasilkan laporan rekapitulasi dengan satu klik. Dashboard manajemen yang intuitif membantu operasional harian menjadi lebih transparan, akurat, dan efisien.

Salah satu fitur yang sangat membantu masyarakat adalah peta digital interaktif. Pengguna cukup mengetikkan nama jenazah atau blok pemakaman, dan sistem akan langsung menampilkan lokasi yang dicari. Dengan demikian, pengalaman ziarah menjadi lebih mudah, efisien, dan tidak lagi bergantung pada pencarian manual yang memakan waktu.

Lebih dari sekadar sistem administrasi, TIMGRAVID juga dirancang sebagai sarana pelestarian nilai-nilai sejarah. Sistem ini menyimpan profil singkat tokoh-tokoh yang dimakamkan di kawasan tersebut, lengkap dengan narasi perjalanan hidup, kontribusi sosial, hingga dokumentasi visual kondisi makam.

Fitur ini membuka peluang baru dalam mengedukasi masyarakat—khususnya generasi muda—tentang sejarah lokal yang autentik dan berbasis data.

Melalui platform ini, pemakaman tidak lagi dipandang sebagai ruang yang sepenuhnya tertutup dan sunyi, melainkan sebagai ruang publik yang sarat nilai edukatif. Pengguna dapat mengakses informasi sejarah dengan cara yang modern dan mudah dipahami, serta menyusuri kembali jejak kontribusi para tokoh dalam pembangunan kota dan bangsa.

Serah Terima Sistem dan Komitmen Keberlanjutan

Setelah melalui tahap pengembangan sistem, pengujian fungsional, serta pelatihan kepada pengguna yayasan, sistem TIMGRAVID kini telah diserahterimakan secara resmi kepada Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung.

Penyerahan ini meliputi seluruh hak akses ke sistem, dokumentasi teknis, backup database, serta panduan penggunaan untuk mendukung kemandirian yayasan dalam pengelolaan jangka panjang.

“Kami merasa lebih siap dan percaya diri sekarang. Tidak perlu lagi takut kehilangan data, atau bingung mencari informasi lama. Semua sudah terstruktur dan terdokumentasi dengan rapi,” tutur Inggi Dewi, salah satu pengurus yayasan, yang turut mendampingi proses pelatihan dan penerapan sistem.

Serah terima ini juga menandai transisi dari sistem akademik ke sistem komunitas. TIMGRAVID bukan lagi sekadar hasil proyek kampus, melainkan sistem yang menjadi bagian dari operasional yayasan sehari-hari. Bukti serah terima dan dokumentasi pelaksanaan telah dicatat sebagai bagian dari pelaporan formal program pengabdian masyarakat.

Sebagai Model Replikasi untuk Kota-Kota Lain

Program ini menjadi bagian dari agenda riset terapan di bawah koordinasi Kelompok Keahlian SEAL (Software Engineering and Algorithm Lab) Telkom University, yang fokus pada penerapan perangkat lunak untuk kebutuhan publik dan budaya.

Dengan struktur modular dan antarmuka yang user-friendly, TIMGRAVID memiliki potensi tinggi untuk direplikasi pada situs-situs pemakaman lain yang memiliki permasalahan serupa, baik dalam skala komunitas, desa adat, maupun pengelolaan pemakaman umum oleh pemerintah kota.

Ke depan, pengembangan lanjutan sistem ini tengah dirancang, termasuk integrasi fitur pembayaran daring, chatbot untuk pelayanan reservasi dan informasi ziarah, serta modul pelaporan real-time untuk lembaga terkait. Potensi ini menjadikan TIMGRAVID tidak hanya sebagai solusi lokal, tetapi juga sebagai kontribusi teknologi yang relevan secara nasional.

Penutup: Ketika Teknologi Mendukung Pelestarian

Melalui sistem ini, Telkom University menunjukkan bahwa teknologi dapat berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya dan sejarah—tidak dengan menggantikan peran manusia, tetapi dengan memperkuatnya. TIMGRAVID menjadi contoh konkret bagaimana inovasi digital bisa tumbuh dari kebutuhan komunitas, dikembangkan oleh akademisi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan jejak yang sudah dibangun di Bandung, TIMGRAVID membuka peluang baru bagi praktik pengelolaan situs pemakaman yang lebih modern, adil, dan menghargai sejarah. Sebuah langkah kecil yang membawa pengaruh luas: menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan lewat data yang terdokumentasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *