Optimalisasi Pemanfaatan Al Untuk Pengembangan Eduwisata Domba Garut

Optimalisasi Pemanfaatan Al Untuk Pengembangan Eduwisata Domba Garut

Pada hari Selasa (2 Juni 2026), dosen-dosen Fakultas Informatika (FIF) telah mendelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengambil tema Optimalisasi Pemanfaatan AI untuk Pengembangan Edukisata Domba Garut. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FIF, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS), serta Kecamatan Wanaraja untuk menyelenggarakan edukasi kepada perwakilan desa dan pengusaha Domba Garut di Kecamatan Wanaraja. Diketuai bapak Arfive Gandhi, kegiatan abdimas dengan skema Penyuluhan & Pelatihan ini dilatarbelakangi potensi masyarakat Kecamatan Wanaraja yang membutuhkan pelatihan intensif dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan sebagai tren teknologi kekinian. Pelatihan ini dibutuhkan untuk meningkatan kompetensi dan daya saing di era digital yang sangat kompetitif.

Bertempat di kantor Kecamatan Wanaraja, acara ini dibuka oleh Camat Wanaraja, Bapak Fahmi Fauzi. Pada sambutannya, Bapak Fahmi Fauzi menekankan perlunya menyebarkan ilmu yang diperoleh agar masyarakat dapat mendapatkan manfaat dengan lebih luas serta pekerjaan-pekerjaan para peserta dapat semakin dipermudah. Setelah acara dibuka, kegiatan abdi mas diawali terlebih dahulu dengan pemaparan tentang digital storytelling oleh dosen-dosen FKS. Setelah materi tersebut, dosen-dosen Fakultas Informatika mendapatkan giliran untuk menyampaikan materi sampai dengan akhir acara. Terdapat 30 peserta kegiatan yang berasal dari perwakilan desa, pengelola BUMDes, hingga pengusaha domba Garut.

Bagian awal materi mengenai optimalisasi pemanfaatan AI disajikan oleh Shinta Yulia Puspitasari. Dosen dengan homebase S1IF ini mengenalkan bagaimana kecerdasan buatan bekerja dan dapat memberikan manfaat secara umum bagi masyarakat. Shinta Yulia juga menceritakan bahwa hasil konten yang diperoleh melalui manfaatan kecerdasan buatan tetap harus diperiksa validitasnya dan pengguna tetap memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab dalam penggunaan informasi yang dihasilkan. Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Dana Sulistiyo Kusumo terkait penyusunan strategi untuk memberikan instruksi atau prompting kepada aplikasi berbasis AI. Dosen dengan homebase S1RPL ini mengajak audiens untuk mengkritisi contoh-contoh instruksi yang diberikan sekaligus memberikan kisi-kisi bagaimana sesi selanjutnya akan dilakukan. Sesi terakhir merupakan praktik pembuatan poster dan video yang mengedepankan keaktifan peserta. Pada sesi praktik ini, Dana Sulistiyo dan Shinta Yulia berkolaborasi dengan para mahasiswa FIF untuk memberikan tutorial pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan. Untuk meningkatkan antusias dan semangat berkolaborasi para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Di setiap kelompok tersebut, peserta berkesempatan untuk bekerja sama dalam menghasilkan poster maupun video sesuai dengan instruksi yang diberikan Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan peserta tim dosen Fakultas Informatika memberikan sejumlah supporter atas karya-karya pilihan yang dihasilkan.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, FIF menunjukkan komitmennya untuk menjadi aktor intelektual yang membagikan dan menstimulus pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan bagi masyarakat. Hal ini selaras dengna program AI4Wellbeing yang tengah dikampanyekan FIF. Selain itu, FIF juga memiliki komitmen untuk melibatkan mahasiswa sebagai penggerak di dalam kegiatan pengabdian masyarakat sehingga mahasiswa memiliki keterampilan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *