
Website Desa Wisata, Strategi Digital Banjarsari Dorong Promosi dan Ekonomi Lokal
Pengembangan desa wisata kini semakin membutuhkan dukungan teknologi digital agar potensi lokal dapat dikenal lebih luas. Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, ketersediaan media promosi yang informatif, terstruktur, dan mudah diakses menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing desa. Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengambil langkah strategis melalui pengembangan website desa wisata berbasis kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas), tim akademisi dari Telkom University bersama Pemerintah Desa Banjarsari dan pengelola desa wisata mengembangkan website Desa Wisata Banjarsari sebagai media digital terpadu untuk promosi potensi wisata dan ekonomi lokal. Website ini dirancang untuk menampilkan informasi destinasi wisata alam dan agrowisata, narasi pengalaman berwisata, serta berbagai kegiatan dan produk unggulan desa.
Kepala Dusun Banjarsari menilai keberadaan website desa wisata ini sebagai langkah maju dalam memperluas jangkauan promosi desa. “Website desa wisata ini sangat bagus untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan wisata yang ada di Desa Banjarsari, sehingga banyak masyarakat dari luar kota yang datang dan berkunjung,” ujarnya. Menurutnya, platform digital ini memudahkan masyarakat luar daerah untuk mengenal potensi desa secara lebih lengkap dan terpercaya.
Sebelumnya, promosi desa wisata masih dilakukan secara terbatas melalui media sosial pribadi dan informasi dari mulut ke mulut. Dengan adanya website resmi desa wisata, informasi terkait destinasi, agenda kegiatan, dan potensi lokal kini dapat diakses secara terpusat dan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya meningkatkan visibilitas desa, tetapi juga memperkuat citra Banjarsari sebagai desa wisata yang siap menerima kunjungan wisatawan.

Ketua Tim Abdimas Topik Desa Wisata, Nungki Selviandro, menekankan bahwa pengembangan website desa wisata tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. “Sistem web desa wisata ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Banjarsari, di mana tadi kita lihat bersama bahwa website ini dapat juga mempromosikan produk-produk dari UMKM lokal desa,” jelasnya.
Selain pengembangan produk teknologi, kegiatan Abdimas ini juga diikuti dengan pendampingan kepada pengelola desa wisata dan pemuda desa terkait pengelolaan konten digital. Masyarakat dilatih untuk mengisi informasi destinasi, menulis narasi promosi, serta memperbarui konten website secara mandiri. Pendekatan partisipatif ini bertujuan agar website dapat terus berkembang dan tidak berhenti hanya sebagai hasil proyek jangka pendek.

Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pemanfaatan website desa wisata. Platform digital ini diharapkan menjadi sarana promosi berkelanjutan yang mampu menarik wisatawan, memperluas jaringan kerja sama, serta membuka peluang pasar bagi produk UMKM lokal. Pengalaman Desa Banjarsari menunjukkan bahwa transformasi digital desa wisata, jika dilakukan secara kolaboratif dan kontekstual, dapat menjadi pendorong penting bagi pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.