
Menjembatani Teknologi dan Spiritualitas: Tel-U Bekali Santri dengan Kecerdasan Buatan untuk Pembelajaran Al-Qur’an
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan yang sangat pesat telah menjadi pendorong utama transformasi digital di berbagai sektor. Sejalan dengan laporan World Economic Forum (2023) yang menempatkan AI sebagai salah satu keterampilan paling krusial di masa depan, pengenalan teknologi ini menjadi sangat penting, terutama di Indonesia. Namun, akses terhadap pemahaman AI yang komprehensif seringkali belum merata, terutama di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan seperti pondok pesantren.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Telkom University merancang sebuah program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang inovatif. Dipimpin oleh Dr. Mahmud Dwi Sulistyo, S.T., M.T., sebagai ketua pelaksana, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi AI kepada para siswa di Pondok Pesantren Modern Assuruur, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Pesantren yang berdiri sejak 2005 ini dikenal memiliki siswa yang unggul dalam prestasi dan terampil berkarya, serta menunjukkan minat pada bidang teknologi melalui kegiatan ekstrakurikuler komputer.
Kegiatan utama berupa “Workshop Kecerdasan Buatan untuk Siswa Pondok Pesantren Modern Assuruur” diselenggarakan secara luring pada 4 November 2024 di Auditorium Telkom University Landmark Tower (TULT). Acara ini secara khusus mengundang siswa-siswi tingkat Madrasah Aliyah (MA) beserta guru pembimbing dari Pondok Pesantren Modern Assuruur, menyambut mereka langsung di lingkungan kampus untuk memberikan pengalaman belajar yang imersif.
Workshop ini dirancang dengan struktur yang sistematis untuk memastikan efektivitas penyampaian materi. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pre-test untuk mengukur pemahaman awal para siswa mengenai teknologi. Sesi inti dilanjutkan dengan pemaparan materi yang tidak hanya membahas konsep dasar AI dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari seperti asisten virtual dan sistem rekomendasi, tetapi juga menghadirkan kolaborasi internasional. Tim ahli dari Universiti Putra Malaysia (UPM), yang diwakili oleh Dr. Raihani Mohamed, turut bergabung secara hybrid untuk memperkaya wawasan peserta. Kehadiran Dr. Raihani memberikan perspektif global dalam pemanfaatan teknologi AI, serta mendorong semangat kolaborasi lintas negara dalam pengembangan talenta digital.
Puncak dari workshop ini adalah sesi pelatihan dan demonstrasi aplikasi Tarteel, sebuah platform pembelajaran Al-Qur’an yang ditenagai oleh AI. Para siswa diajak untuk praktik langsung menggunakan fitur-fitur canggih seperti pengenalan suara untuk koreksi bacaan (tilawah) dan pelacakan progres hafalan (tahfiz). Sesi ini menunjukkan secara nyata bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang kuat untuk memperdalam ilmu agama. Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi dan praktik. Untuk mengukur dampak kegiatan, sesi post-test diadakan di akhir acara. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman pada peserta workshop, membuktikan bahwa workshop berhasil mencapai tujuannya.
Melalui program abdimas ini, diharapkan tumbuh minat siswa terhadap teknologi serta terjalinnya relasi kolaboratif yang berkelanjutan antara Telkom University dan Pondok Pesantren Modern Assuruur untuk program pengembangan talenta digital di masa mendatang.