22
AGU
2016

Pulse Team Fakultas Informatika Menjadi Runner Up Telemedicine Innovation Challenge

Bandung, SOCTelkom university kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. Pulse Team yang merupakan delegasi Telkom University ke Telemedicine Innovation Challenge di Malaysia berhasil meraih posisi Runner Up di kompetisi tersebut. Pulse Team terdiri dari seorang dosen pembimbing yaitu bapak Satria Mandala, dan 5 mahasiswa: Muhammad Alif Akbar, Dede Kiswanto, Shamila, Faida Esti Pambudi, dan Masyithah Nur Aulia, yang semuanya berasal dari Fakultas Informatika.

Kompetisi ini dilaksanakan dari 16-18 Agustus 2016 di Swan Convention Centre-Sunway Medical Centre, Malaysia. Kompetisi ini diikuti lebih dari 100 tim dari berbagai negara dan dihadiri oleh dokter dan ahli-ahli kesehatan dari seluruh dunia.

Untuk bisa sampai ke Malaysia, tim ini harus melewati serangkaian proses seleksi. Pertama, seleksi online berupa pengiriman ide berupa abstrak. Selanjutnya dipilih 20 tim terbaik yang mendapat pendanaan untuk implementasi dan berlaga di babak final. Sebelum melakukan presentasi live di Malaysia, tim terlebih dahulu harus mengirimkan poster dan video yang memperlihatkan alat yang dibuat serta menjelaskan penggunaannya. Di Malaysia, tim yang lolos akan mempresentasikan idenya di depan juri yang terdiri dari para dokter, dosen di bidang telemedicine dan teknologi, serta beberapa petinggi di perusahaan skala multinasional seperti Microsoft. Seluruh tim yg lolos juga akan diberikan sebuah booth untuk memamerkan karyanya kepada pengunjung2 conference tsb.

Adapun produk yang ditawarkan oleh tim ini dinamakan Jantung. Jantung adalah sebuah kombinasi dari perangkat keras & lunak yg dapat digunakan untuk memantau kondisi jantung seseorang dan memberikan warning jika terdeteksi kelainan jantung pada pengguna. Jantung menggunakan pulse sensor untuk mendapatkan detak jantung seseorang dan mendeteksi terjadinya PAC (Premature Atrial Contraction) pada user, yang merupakan salah satu indikasi adanya kelainan jantung. Diharapkan setelah pengguna mendapatkan notifikasi terkait kondisi jantungnya, ia dapat segera melakukan check-up ke dokter.

Notifikasi yang diberikan tidak hanya kepada pengguna saja, melainkan juga kepada kerabat dan dokternya sebagai langkah preventif ketika sewaktu-waktu user membutuhkan pertolongan. Pada dasarnya aplikasi ini akan lebih baik digunakan untuk pasien sehabis operasi, karena keberadaan PAC pada pengguna saat itu akan lebih berbahaya jika dibandingkan dengan pengguna yg sehat2 saja.

Aplikasi ini pun akan terus dikembangkan, baik dari sisi hardware maupun software. Para juri yang hadir pun tampak antusias dengan aplikasi yg ditawarkan oleh Pulse Team. Beberapa juri bahkan menawarkan kerja sama untuk mengembangkan produk. Mereka menilai aplikasi yg dibangun sangat potensial dan bermanfaat. Juri-juri sangat mengapresiasi alat tersebut dan berharap dapat terus dikembangkan. Lewat kompetisi ini, diharapkan akan terus lahir inovasi2 yang menebarkan manfaat untuk dunia.

Leave a Reply

*

captcha *