10
SEP
2015

Pengabdian Masyarakat Bagan Wisata di Teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi

Bandung, SOC – Bagan merupakan salah satu alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan. Prinsip yang digunakan adalah memancing ikan untuk berkumpul di bawah bagan dengan bantuan cahaya lampu pada malam hari untuk kemudian ditangkap menggunakan jaring. Cara penangkapan ikan ini banyak terlihat di Pelabuhan Ratu Sukabumi.

Sekilas cara menangkap ikan seperti ini terlihat menguntungkan. Dengan banyaknya ikan yang terjaring dan tidak diperlukannya bahan bakar untuk perahu. Akan tetapi semakin banyak jumlah bagan yang ada di Pelabuhan Ratu dikhawatirkan menimbulkan kerugian jangka panjang. Kerugian tersebut berupa rusaknya ekosistem laut.

Saat ini jumlah ikan yang berhasil ditangkap para nelayan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disinyalir karena semakin sedikitnya jumlah ikan di laut akibat banyaknya ikan-ikan berukuran kecil yang ikut terjaring.

Hal inilah yang menjadi motivasi bagi para dosen Fakultas Informatika Universitas Telkom yang terdiri dari Jondri, Irma Palupi, dan Dr. Deni Saepudin untuk dapat membantu para nelayan di Pelabuhan Ratu Sukabumi. Mereka tergerak untuk mengurangi dampak lingkungan tersebut dengan tidak mengurangi nilai ekonomi yang bisa diperoleh para nelayan.

“Pelabuhan Ratu merupakan salah satu tempat wisata di pesisir selatan pulau Jawa. Selama ini, wisata pantai seperti banana boat, arung arus, dan bodyboard merupakan beberapa kegiatan yang sering dinikmati oleh wisatawan”, ujar Jondri.
“Dengan memodifikasi bagan para nelayan, kami ingin menawarkan alternatif lain kepada wisatawan untuk menikmati pesona Pelabuhan Ratu”, lanjutnya.

Bagan ini, nantinya akan dilengkapi dengan rumpon. Rumpon merupakan struktur yang dibangun di dalam air yang berfungsi menjadi tempat berlindung ikan-ikan kecil. Dengan adanya ikan-ikan kecil ini akan memancing ikan predator yang lebih besar untuk mendekat.
“Rumpon yang akan dibangun terdiri dari rumpon permukaan dan rumpon dasar. Rumpon permukaan akan dibangun dengan menggunakan pelepah daun kelapa yang diberi pemberat. Sedangkan rumpon dasar akan dibangun dengan menggunakan struktur yang lebih kokoh seperti cor atau paralon yang diisi dengan semen”, lanjut Jondri.

Ikan-ikan besar yang mendekat ke rumpon nantinya dapat dipancing oleh wisatawan dengan pancingan atau speargun. Ke depannya, kegiatan ini akan berlanjut pada pembuatan karamba yang berfungsi sebagai tempat memelihara ikan dan lobster.

Kegiatan yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan LSM Komunitas Lingkar Hijau. LSM Komunitas Lingkar Hijau adalah kelompok masyarakat yang peduli lingkungan di Pelabuhan Ratu. _ELN

Foto dokumentasi kegiatan dapat dilihat di : http://soc.telkomuniversity.ac.id/gallery/galeri-pengabdian-masyarakat-bagan-wisata-di-teluk-pelabuhan-ratu-sukabumi/

Leave a Reply

*

captcha *