Tim Deadliner mahasiswa Telkom University yang terdiri dari  Irham Fauzan, Moch. Faisal Indra Oktaviandi, dan Musa Abdul Aziz berhasil keluar menjadi Juara 2 Hackaton Republic of Internet of Things (RioT) 2017. Acara yang berlangsung di Bandung Digital Valley pada Minggu (27/08/2017) ini berhasil menyisihkan 30 tim lainnya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Adalah project Smart P-Man yang berhasil mereka wujudkan dalam kompetisi ini berhasil bersaing dalam kategori smart living yang merupakan salah satu kategori dari 14 kategori yang dilombakan.

Smart P-Man merupakan power management pintar berbasis Internet of Things yang dapat menghemat daya listrik sebagai pengganti kWh Meter Konvensional. 

“Smart P-Man merupakan pengganti sekring yang dapat mengontrol dan memonitoring daya dalam suatu tempat misalnya rumah melalui aplikasi mobile/handphone”, ujar Fauzan salah satu anggota Tim Deadliner”.

Lebih lanjut, Fauzan mengatakan bahwa project Smart P-Man akan lebih dikembangkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

“Ke depannya project Smart P-Man akan dikembangkan untuk dapat mematikan sistem secara langsung melalui tombol di handphone”, ujar Fauzan. 

Republic of Internet of Things (RioT) 2017 merupakan acara yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama penggerak IoT Makestro dari Indonesia dan MyloTC dari Malaysia. RioT 2017 mengusung tema Smart Nations dengan 14 kategori perlombaan yaitu pertanian, pertahanan dan keamanan, transportasi, alam, kesehatan, pendidikan, smart city, smart living, olahraga, maritim, engagement, aksesibilitas, fintech dan e-commerce, serta industrial IoT.